2.9.07

Pemanis Buatan dalam Makanan

Sumber, LKJ - Jakarta, 6 Maret 2007

Beberapa negara telah melarang penggunaan Siklamat sebagai pemanis buatan dalam makanan. Mereka mengklaim bahwa bahan ini dapat menimbulkan kanker setidaknya pada hewan percobaan. Aspartam juga sudah dinyatakan berbahaya oleh sebuah lembaga riset di European Ramazzini Foundation of Oncology and Environmental Sciences (Bologna, Italia).

Aspartam telah terbukti menimbulkan kanker, setidaknya pada hewan percobaan. Di Uni Eropa, berdasarkan Council Directive No. 94/35/EC On Sweeteners For Use In Foodstuffs, pemanis buatan tidak diperbolehkan ditambahkan pada produk makanan yang biasa dikonsumsi oleh anak-anak.

Di Indonesia, menurut Keputusan Kepala Badan POM No HK 00.05.5.1.4547 tahun 2004 pasal 2 butir 2 bahwa pemanis buatan digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula. Selain itu pemanis buatan sebenarnya hanya untuk penderita diabetes mellitus atau orang yang sedang diet saja (Permenkes No. 208 tahun 1985 pasal 10 ayat 4 dan pasal 11 ayat 2 butir c). Pembatasan penggunaan ini juga dilakukan dengan keharusan mencantumkan peringatan dalam label, pencantuman kadar dan kegunaan. Hal ini dikarenakan adanya potensi bahaya jangka panjang penggunaan pemanis buatan dalam produk pangan. Sakarin dan siklamat misalnya, diduga dapat menyebabkan kanker. Bahkan AS sempat melarang penggunaan siklamat pada tahun 1969.

Hasil riset LKJ menunjukkan bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap aturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut, yang diantaranya adalah:

MERK PRODUK
  1. Marimas Degan
  2. Teh Sisri
HASIL TEMUAN - PELANGGARAN LABELING
Tidak mencantumkan peringatan untuk pasien PKU (fenilketonuria).
KETERANGAN
Berdasarkan Peraturan Kepala POM No. HK 00.05.5.1.4547/2004 pasal 6 ayat 3: Untuk produk pangan yang mengandung aspartam wajib mencantumkan peringatan untuk pasien PKU yang tertulis jelas pada kemasan produk
MERK PRODUK
  1. Okky Jelly Drink**
  2. Okky Bolo Drink**
  3. Happydent White*
  4. Yulie Jelly**
  5. Donna Jelly**
  6. Lotte Juicy Fresh
  7. Vidoran
  8. Freshdrink*
  9. Mariteh
  10. Naturade Gold*
HASIL TEMUAN - PELANGGARAN LABELING
Tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan (ADI) Aspartam
KETERANGAN
Berdasarkan Peraturan Kepala POM No. HK 00.05.5.1.4547/2004 ADI aspartam 50 mg/kg Berat Badan per hari
MERK PRODUK
  1. Okky Jelly Drink
  2. Mariteh Instan
  3. Naturade Gold
  4. Vidoran Freshdrink*
HASIL TEMUAN - PELANGGARAN LABELING
Tidak mencantumkan jumlah pemanis buatan yang digunakan
KETERANGAN
Berdasarkan Peraturan Kepala POM No. HK 00.05.5.1.4547/2004 pasal 6 ayat 1 yang menyebutkan bahwa produk pangan yang mengandung pemanis buatan harus mencantumkan jenis dan jumlah pemanis buatan dalam komposisi bahan atau daftar bahan pada label.
MERK PRODUK
  1. Okky Jelly Drink**
  2. Okky Bolo Drink
  3. Happydent White*
  4. Alloy Jelly ??
  5. Donna Jelly** ?
  6. Lotte Juicy Fresh
  7. Hore
  8. Jas Jus
  9. Disney Segarsari
  10. Nutrisari Hangat
  11. SegarDingin
  12. Frutillo Magic
  13. Vidoran
  14. Freshdrink*
  15. Pop Ice
  16. Ice Milk Jus
  17. Marimas
  18. Finto
  19. Buah Sari
  20. Mariteh Instan
  21. Teh Sisri
  22. Marimas Degan
  23. Kola-kola
  24. Sparta Pop Drink
HASIL TEMUAN - PELANGGARAN LABELING
Mengandung gula juga mengandung pemanis buatan
KETERANGAN
Keputusan Kepala BPOM No. HK 00.05.5.1.4547/2004 pasal 2 ayat 2:
Pemanis buatan digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula.
HASIL LAB
  1. Alloy Jelly**??
HASIL TEMUAN
Pada label tidak dituliskan mengandung sakarin akan tetapi berdasarkan hasil analisis laboratorium: kandungan sakarin sebesar 19.796 mg/kg
KETERANGAN
Siklamat label 13 mg/saji (104)
Hasil laboratorium 027%
Catatan:
Batas maksimum sakarin pada produk Jelly 200 mg/kg berdasarkan Permenkes No. 722 th 1988.
HASIL LAB
  1. Yulie Jelly**?
  2. Jeli Jus**
  3. Okky Jelly**
  4. Inaco Jelly**
  5. Yuppy Gummy Candies**
HASIL TEMUAN
KETERANGAN
Produk ikut disurvey akan tetapi hasil analisis laboratorium Not Detected untuk Aspartam dan Sakarin serta negatif untuk siklamat.
HASIL LAB
  1. Donna Jelly
HASIL TEMUAN
Pada label kandungan siklamat sebesar 3 g/kg
KETERANGAN
Hasil analisis laboratorium Not Detected untuk Aspartam dan Sakarin. Akan tetapi siklamat positif sebesar 004%.
HASIL LAB
  1. Okky Jelly Drink
HASIL TEMUAN
Pada label mengandung Aspartam dan Siklamat tetapi tidak dituliskan jumlahnya
KETERANGAN
Hasil analisis laboratorium jumlah Aspartam sebesar 8.255 mg/kg, Siklamat 01% dan Sakarin Not Detected


Produk-produk tersebut (yang mengandung pemanis buatan) diduga melanggar ketentuan:
  • Keputusan Kepala Badan POM No HK 00.05.5.1.4547 Tahun 2004 pasal 6 ayat 1 (produk pangan yang mengandung pemanis buatan harus mencantumkan jenis dan jumlah pemanis buatan dalam komposisi bahan atau daftar bahan pada label
  • UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) pasal 4 butir c (hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa), UUPK pasal 7 butir b (memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan dan pemeliharaan), UUPK pasal 8 butir i (tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat bersih/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat).
  • Pedoman Umum Pelabelan Produk Pangan Tahun 2004 tentang pelabelan pemanis buatan sebagai komposisi dalam produk pangan
  • Permenkes No. 208/Menkes/Per/IV/1985 pasal 10 ayat 2 butir c
Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pencabutan ijin edar, penarikan dan pemusnahan produk pangan yang mengandung pemanis buatan yang sudah beredar. Bahkan selain sanksi administratif, pelanggaran dapat pula dikenai sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun hukuman pidana atas pelanggaran ini beru penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) (UUPK).

Berdasarkan hasil penelitian ini dan untuk melindungi kepentingan konsumen, Lembaga Konsumen Jakarta merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut;
  1. Meminta kepada pemerintah untuk mengawasi dan menertibkan klaim dan pelabelan produk-produk pangan yang mengandung pemanis buata
  2. Meminta Pemerintah untuk membatasi penggunaan pemanis buatan pada produk pangan khusus anak-anak
  3. Menegakkan peraturan terbaru mengenai pemanis buatan (Keputusan Kepala Badan POM No. HK 00.05.5.1.4547 Tahun 2004) mengingat seharusnya penggunaan pemanis buatan dibatasi hanya untuk penderita diabetes mellitus dan orang yang diet karena obesitas, dan penggunaan pemanis buatan tidak pada produk yang mengandung gula
  4. Menuntut kepada Kepala Badan POM untuk segera menginstruksikan penarikan seluruh produk makanan yang menggunakan pemanis buatan dan melanggar ketentuan yang telah ditetapkan
  5. Menghimbau kepada konsumen untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, dan lebih memilih bahan-bahan alami yang terbukti aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan

0 comments: